Pages

Friday, 14 February 2014

KOMPOS

Pupuk organik dapat diberikan secara langsung ke tanah atau dikomposkan terlebih dahulu. Dengan proses pengomposan akan terjadi penyusutan atau pengurangan volume sehingga  mudah diaplikasikan ke tanah..Pengomposan adalah proses dekomposisi atau pemecahan materi organik yang dilakukan oleh beberapa macam mikroorganisme.dalam keadaan panas dan lembab serta ada udara ataupun tanpa udara ( anaerob ).Dengan meningkatnya suhu pada kompos maka proses pemecahan akan berjalan  semakin cepat. Bakteri dan jamur yang  bertahan hidup pada suhu tinggi akan dijumpai terutama pada tahap pertengahan dari periode pengomposan. Dengan berlanjutnya proses pengomposan kandungan Carbon akan menurun sementara kandungan Nitrogen meningkat, kemudian suhu menjadi stabil.Pada akhir proses pengomposan akan terbentuk kompos matang yang secara biologis bersifat stabil dengan nilai C/ N rasio yang relatif rendah.Kematangan kompos merupakan aspek yang penting dalam penentuan kualitas kompos. Penggunaan kompos yang tidak matang akan mendatangkan efek yang merugikan bagi pertumbuhan tanaman antara lain  panas yang dihasilkan yang disebabkan proses pengomposan yang masih berlangsung, masih mengandung biji tanaman pengganggu  ataupun adanya substansi yang bersifat " phytotoxic ".

Thursday, 13 February 2014

PENGARUH BAHAN ORGANIK PADA KESUBURAN KIMIA DAN BIOLOGI TANAH

Meskipun secara kuantitatif bahan organik hanya sedikit mengandung unsur hara, tetapi dalam penyediaan hara memegang peranan penting. Bahan organik disamping sebagai sumber  unsur hara  N, P dan K juga merupaka sumber C, Zn, Cu, Mo, Ca, Mg dan Si. Penggunaan bahan organik dapat mencegah kahat unsur mikro pada tanah marginal atau tanah yang telah diusahakan secara intensif .Pada tanah yang mempunyai ketersediaan P rendah,, fosfat organik mempunyai peranan penting dalam penyediaan hara P karena hampir sebagian hara P yang diperlukan tanaman berada dalam senyawa P - organik. Fosfat anorganik 7yang bersifat tidak tersedia bagi tanaman, oleh kegiatan jasad renik tanah ataupun oleh kegiatan  akar tanaman dapat berubah menjadi bentruk P yang tersedia bagi tanaman.. Peranan bahan organik yang menguntungkan bagi kesuburan tanah ialah kemampuannya dalam  membentuk senyawa kompleks dengan ion2 logam berbahaya seperti Al, Fe dan Mn sehingga ion2 tersebut berada dalam kondisi tidak tersedia bagi tanaman..
Bahan organik merupakan sumber energi dan makanan bagi bagi mikro dan makroorganisme tanah. Dalam aktivitasnya biota merombak atau mendekomposisi bahan organik segar menjadi senyawa yang lebih sederhana. yang dapat dimanfaatkan tanaman sebagai sumber hara. Bahan organik tanah selain berfungsi menyediakan hara bagi tanaman juga mengkonservasi hara melalui mekanisme retensi, fiksasi atau khelat. Meskipun sumbangan hara dari bahan organik adalah lebih kecil  bila dibandingkan pupuk kimia tetapi penggunaannya secara intensif pada lahan pertanian  akan meningkatkan kesuburan tanah secara nyata.

Wednesday, 5 February 2014

BAHAN ORGANIK TANAH

PERANAN BAHAN ORGANIK TANAH
Bahan organik tanah merupakan sumber nitrogen tanah yang utama, disamping itu peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Bahan organik  sisa tanaman yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan yang dilakukan oleh organisme untuk menjadi humus atau bahan organik tanah.Semua aktivitas biokimia di atas tergantung atau berhubungan dengan aktivitas enzim. Karena bahan organik yang digunakan sebagai sumber energi oleh jasad renik begitu kompleks dan ber macam2 jenisnya, maka di dalam tanah terdapat berbagai jenis enzim dan tiap tanah mempunyai  enzim enzim yang spesifik dengan pola khusus.Seperti diketahui populasi dan jenis jasad renik, aktivitas enzimatik tidak stabil, tergantung keadaan biotik dan non biotik dalam tanah.Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah kelembaban, suhu, tata udara, struktur tanah, kandungan bahan organik, iklim dan pengelolaan tanah. Perubahan yang besar akan terjadi pada macam dan jumlah enzim dalam tanah bila terjadi pengalihan fungsi atau penggunaan tanah, misalnya hutan dibuka dan dijadikan tanah pertanian.

Tuesday, 1 February 2011

BAKTERI PELARUT P



Pemupukan P yang telah dilakukan secara terus menerus seperti yang terjadi pada lahan sawah intensifikasi, menyebabkan terjadinya akumulasi P dalam tanah. Meskipun hara P dalam tanah cukup tinggi, kadang - kadang ketersediaannya rendah. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mencari alternatif bagaimana caranya menambang P dari tanah-tanah berstatus P tinggi tetapi ketersediaanya rendah atau sedang. Salah satu cara antara lain dengan melakukan inokulasi mikroorganisme pelarut P pada tanah- tanah tersebut yaitu dengan cara penggunaan pupuk hayati ( inokulum ) yang berisi biakan unggul dari mikroorganisme pelarut P. Kegiatan dimulai dengan melakukan pengumpulan contoh- contoh tanah dari lahan sawah dan lahan kering. Dari tanah- tanah tersebut telah berhasil diisolasi isolat- isolat bakteri P. Kemudian dilakukan sreening untuk memilih isolat unggul, dengan cara memilih isolat yang paling luas menunjukkan gejala halo zone ( daerah bening di sekeliling biakan ). Tahap selanjutnya dilakukan pengujian kemampuan isolat dalam melarutkan berbagai bentuk P.

PUPUK HAYATI......bakteri pelarut P

Inokulan bakteri pelarut P, sebagai pengganti pupuk P yang digunakan pada lahan sawah di Bongan Tabanan Bali mampu menghasilkan gabah kering yang lebih tinggi dari pada pemupukan P.

Wednesday, 26 January 2011

PUPUK HAYATI......bakteri pelarut P

Tanaman jagung, yang dipupuk dengan pupuk hayati berupa biakan bakteri pelarut P, tanpa pemberian TSP atau SP-36 pun sanggup tumbuh subur dan berbuah.

Monday, 20 December 2010

MENGENAL PUPUK HAYATI


Secara umum jenis pupuk dibedakan atas 3 kelompok besar yaitu PUPUK KIMIA, PUPUK ORGANIK dan PUPUK HAYATI.
Pupuk hayati diartikan sebagai suatu bahan yang mengandung sel hidup ataupun dalam keadaan laten dari suatu strain mikroorganisme penambat nitrogen,pelarut fosfat atau mikroorganisme selulolitik yang diberikan ke tanah, ke tempat pengomposan ataupun ke biji ( seed coating ). Pupuk hayati lebih dikenal dengan nama pupuk mikroba, dan menurut SK Menteri Pertanian No. R.130.760.11.1998 digolongkan ke dalam kelompok pupuk alternatif. Adapun tujuan dari penggunaan pupuk hayati adalah untuk meningkatkan jumlah mikroorganisme dan mempercepat proses mikrobiologis supaya ketersediaan hara dalam tanah meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Pupuk hayati bermanfaat juga untuk mengaktifkan serapan hara oleh tanaman, menekan soil born disease, mempercepat proses pengomposan, memperbaiki struktur tanah dan menghasilkan substansi aktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Di Indonesia, mikroorganisme telah dimanfaatkan dalam kehidupan sehari - hari seperti pada makanan dan minuman antara lain dalam proses pembuatan tempe, oncom, tape, tuak, cuka dll. Bentuk - bentuk pupuk hayati yang biasa digunakan adalah biakan agar, biakan cair, biakan kering, biakan beku, atau bentuk tepung. Yang sering digunakan secara luas di lapangan adalah biakan cair dan bentuk tepung.

Sunday, 19 December 2010

INSEKTISIDA ORGANIK ALAMI



Sejak abad 18 telah ditemukan berbagai ekstrak tanaman yang digunakan untuk bahan racun misalnya untuk racun ikan yang juga bisa digunakan sebagai insektisida. Zat terpenting dari senyawa jenis ini adalah : NIKOTIN, PYRETHRUM dan ROTENON.

NIKOTIN, C10H14N2
Alkaloid ini berasal dari tanaman tembakau. Digunakan sebagai fumigan.

PYRETHRUM, C21H28O3 atau C22H28O5.
Senyawa ini diekstrak dari bunga Pyrethrum cineroriaefolium yang memiliki senyawa aktif pyrethrin. Pyrethrum merupakan insektisida yang baik karena senyawa ini mudah terurai dan daya racunnya terhadap mamalia rendah.

ROTENON, C23H22O6.
Senyawa aktif ini terutama digunakan pada tanaman hortikultura, mempunyai daya racun terhadap mamalia rendah.

Baik senyawa nikotin, pyrethrum maupun rotenon tidak bersifat persisten, artinya bisa terurai menjadi senyawa yang tidak berbahaya hanya dalam beberapa jam saja setelah pemakaian.

Saturday, 18 December 2010

SESBANIA ROSTRATA


Terdapat kehidupan yang unik antara tanaman Sesbania rostrata dengan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium hidup bersimbiosis dengan tanaman legum ( tanaman kacang - kacangan ), yang pada umumnya bakteri ini tinggal dalam bintil akar ( nodul ) dalam tanah. Pada tanaman Sesbania rostrata, bakteri ini selain tinggal pada bintil akar dalam tanah juga pada batang, sehingga jumlah nitrogen udara yang diikat oleh bentuk simbiosis ini lebih tinggi. Dengan demikian Sesbania rostrata, merupakan GREEN MANURE yang sangat baik.

A. nodul pada batang B. Sesbania rostrata.

Saturday, 11 December 2010

AZOLLA SP


Di Indonesia, tanaman Azolla sp telah lama dikenal yaitu sejak pengamatan yang dilakukan oleh Backer pada tahun 1934. Di Jawa Barat tanaman ini dinamakan kakarewoan, kapas rodek, kapok rodek atau lukut cai. Tahun 1949 Saubert telah berhasil menanam Azolla pinnata dalam larutan bebas nitrogen. Tanaman Azolla sp hidup besimbiosis dengan algae Anabaena azollae, sehingga tanaman ini dapat tumbuh pada media tanpa nitrogen. Algae Anabaena azollae hidup di dalam rongga daun Azolla sp, berbentuk untaian kalung. Proses fiksasi nitrogen udara terjadi pada sel heterocyst. Sel ini terbentuk dari sel vegetatif, bentuknya lebih besar, mengandung hyalin, berdinding tebal dan bersifat refraktive. Sel heterocyst melakukan respirasi yang lebih tinggi dari pada sel vegetatif sehingga menciptakan lingkungan yang reduktif, keadaan inilah yang diperlukan untuk proses fiksasi nitrogen dari udara. Jumlah sel heterocyst cukup besar sesuai dengan banyaknya sel vegetatif yang berfotosintesis . Nitrogen yang dihasilkan oleh Anabaena azollae sebagian di salurkan ke tanaman Azolla sp. Jadi tanaman Azolla sp memperolah nitrogen, sementara algae Anabaena azollae mendapatkan perlindungan fisik.

Saturday, 27 November 2010

Flemingia congesta......untuk reklamasi lahan bekas lahar GUNUNG MERAPI


Berdasarkan sejarah, G. Merapi mulai tampil sebagai gunungapi sejak tahun 1006, ketika itu tercatat sebagai letusannya yang pertama. Sampai letusan Februari 2001, sudah tercatat meletus sebanyak 82 kejadian. Material yang dimuntahkan Merapi terdiri dari gas, kerikil, kerakal, material - material halus, dan banyak debu, dan lain- lainnya. ( Mbah Rono, SOLORAYA nad 16 ). Erupsi Merapi merusak 867 ha hutan di wilayah Kabupaten Sleman dengan total kerugian sekitar Rp 33 M. Hutan negara di kawasan Cangkringan yang mengalami kerusakan seluas 310 ha dengan kerugian sekitar Rp 17 M. Hutan rakyat yang rusak terdapat di Kecamatan Umbulharjao, Kepuharjo, dan Glagahharjo, Cangkringan 210 ha dengan total kerugian sekitar Rp 11 M. Kebun rakyat yang rusak di kawasan Cangkringan dan Pakem seluas 347 ha dengan total kerugian Rp 5 M. Menurut Menteri Lingkungan HIdup, perlu dilakukan penataan ruang yang mengintegrasikan kawasan rawan bencana, karena letusan G Merapi telah merusak ekosistem alami yang ada. ( HILEUD.COM )
Reklamasi dan pengelolaan lahan bekas lahar g Merapi telah dilakukan di desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Teknologi yang diterapkan adalah menanami lahan yang tertimbun lahar dengan Flemingia congesta, dan dengan penggunaan emulsi bitumen.
Flemingia congesta adalah tanaman legum perdu, dapat mencapai tinggi 3 - 5 meter, tumbuh cepat, berdaun banyak, dapat dipangkas dan hasil pangkasannya digunakan sebagai pupuk organik, dan apabila terbakar dapat bertunas kembali. Sedangkan bitumen digunakan sebagai amelioran, khususnya untuk memperoleh kelembaban tanah yang cukup agar mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik. Dalam waktu satu tahun, lahan bekas endapan lahar telah tertutup rapat oleh vegetasi. ( SATU ABAD. KIPRAH LEMBAGA PENELITIAN TANAH INDONESIA 1905 - 2005 . badan litbang pertanian. departemen pertanian )

Monday, 15 November 2010

Organic Farming: PABRIK PUPUK BIOLOGIS

Organic Farming: PABRIK PUPUK BIOLOGIS: "Sistem pertanian modern sangat tergantung pada input energi. Persediaan energi makin lama makin ketat dan cadangan minyak bumi makin berkur..."

Saturday, 13 November 2010

AZOLLA SP


Azolla sp adalah sejenis paku air tawar yang biasa dijumpai di daerah tropis ataupun subtropis. Hidup mengapung bebas pada permukaan air. Nama Azolla berasal dari bahasa Yunani, Azo artinya kering dan ollya artinya membunuh, jadi tanaman ini akan mati ( terbunuh ) dalam keadaan kekeringan. Azolla sp hidup bersimbiosis dengan ganggang Anabaena azollae sehingga dapat memfiksasi nitrogen dari udara. Azolla yang tumbuh di Indonesia dapat memfiksasi nitrogen sebanyak 7.2 mg N/ gram berat kering / hari. Fiksasi nitrogen adalah suatu proses dimana N2 direduksi menjadi NH3.Proses ini terjadi pada mikroorganisme procaryotic, antar lain bakteri yang hidup bebas di dalam tanah, Blue Green Algae yang hidup bebas ataupun besimbiosis dengan fungi, lumut atau paku air dan juga bakteri yang hidup bersimbiosis dengan tanaman kacang2an ( legum ). Penelitian Azolla di Indonesia telah dirintis sejak 1949 oleh Lembaga Biologi Nasional antara lain tentang kemungkinan penggunaannya sebagai pupuk hijau. Dari pengamatan di lapang yang telah dilakukan di Jawa, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan ternyata tanaman Azolla memang sudah ada pada sawah2 petani. Adapun keuntungan yang diperoleh dari penggunaan tanaman Azolla ialah sebagai sumber nitrogen sehingga menghemat penggunaan pupuk N, meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, sebagai sumber pakan ternak dan dapat berperan sebagai indikator defisiensi hara.

Friday, 12 November 2010

PABRIK PUPUK BIOLOGIS


Sistem pertanian modern sangat tergantung pada input energi. Persediaan energi makin lama makin ketat dan cadangan minyak bumi makin berkurang, sehingga semakin perlu untuk menghemat energi dalam bidang pertanian dan menjamin agar bahan bakar fosil yang makin langka itu digunakan menurut prioritas yang rasional. Proses Haber dan Bosch yang berlangsung pada pembuatan pupuk nitrogen perlu energi tinggi. Untuk menghasilkan satu kg pupuk urea dibutuhkan 1147 k cal. Bila energi yang digunakan berasal dari energi fosil maka lama kelamaan energi fosil tersebut menjadi faktor pembatas. Proses penambatan nitrogen dari udara secara alami terjadi pada mikroorganisme dimana kebutuhan energi yang tinggi dapat dipenuhi oleh sinar matahari dengan perantaraan enzim nitrogenase yang dimilikinya. Mengembangkan proses penambatan nitrogen udara secara biologis merupakan suatu sumbangan besar bagi penghematan energi fosil. Proses penambatan nitrogen secara biologis terjadi pada tanaman polongan ( legum ), juga terjadi pada tanaman Azolla sp.

Wednesday, 10 November 2010

Organic Farming: Pertahankan mutu tanah

Organic Farming: Pertahankan mutu tanah: "Tanah perlu dijaga agar mutunya dapat dipertahankan sehingga produk pertanian yang aman dapat dicapai. Ada tanah sehat , ada tanah sakit."

Sunday, 7 November 2010

MENANGKAL HAMA TANAMAN RAMAH LINGKUNGAN


Penggunaan pestisida secara tidak bertanggung jawab akan mendatangkan masalah serius terhadap manusia dan lingkungan. Penggunaan pestisida yang terus menerus pun akan memunculkan varian hama baru yang kebal. Hama yang merusak tanaman memang perlu diberantas. Agar tak terkena dampak pemakaian pestisida kimia sebaiknya dipilih cara alami yang ramah lingkungan. Tidak sedikit hama pengganggu tanaman yang mengenali "tanaman mangsanya"dari aromanya. Caranya dengan menghadirkan tanaman yang memiliki aroma yang kuat untuk mengacaukan efektivitas penciuman hama perusak. Tanaman yang terbukti berpotensi sebagai penghalau hama perusak yaitu kenikir.
Kenikir ( Cosmos caudatus Kunth ), secara tradisional dikonsumsi sebagai sayuran ataupun digunakan sebagai panambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang dan pengusir serangga.
Tanaman kenikir mengandung sapronin, flavonoida, polifenol dan minyak atsiri.

Wednesday, 3 November 2010

INSEKTISIDA NABATI


Lalat buah merupakan hama yang sangat merusak dalam bidang hortikultura, terutama pada buah2an dan sayuran, seperti jambu biji, belimbing, tomat,cabai merah nangka, melon dan lainnya. Pengendalian dengan menggunakan insektisida bukanlah jalan keluar yang baik, karena hal ini dapat mencemari lingkungan dan meninggalkan residu insektisida pada komoditas yang dilindungi. Pemakaian atraktan yang mengandung metil eugenol merupakan cara pengendalian yang ramah lingkungan karena tidak mencemari lingkungan dan tidak meninggalkan residu pada komoditas yang dilindungi, termasuk tidak berdampak negative terhadap musuh alami hama lalat buah dan serangga berguna. Atraktan berperan mengendalikan hama lalat buah dalam tiga hal, yaitu : ( a) memonitor populasi hama ; ( b ) memerangkap hama dan sekaligus membunuhnya dan ( c ) mengacaukan proses perkawinan . Metil eugenol merupakan atraktan food lure, artinya atraktan yang menarik sebagai bahan pangan dikonsumsi. Metil eugenol dicari oleh lalat jantan untuk dikonsumsi, kemudian diproses dalam tubuhnya yang kemudian menghasilkan suatu sex pheromone untuk menarik lalat betina dalam proses perkawinan. Lalat betina akan lebih tertarik terhadap lalat jantan yang telah mengkonsumsi metil eugenol. Dua jenis atraktan yang mengandung metil eugenol yaitu Melanol dan Ocimol. Melanol berasal dari hasil penyulingan daun Melaleuca bracteata , sudah direkomendasikan penggunaannya oleh Kawil Pertanian DKI Jakarta dan Ocimol berasal dari penyulingan daun Ocimum santum, telah didaftarkan untuk memperoleh hak paten. Kedua jenis atraktan nabati ini telah teruji di lapangan dengan hasil yang memuaskan, oleh karena itu sangat sesuai apabila digunakan dalam kegiatan pertanian organik.( Agus Kardinan, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat )

Saturday, 30 October 2010

GO ORGANIC



Pengertian pertanian organik adalah sistem pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup berkualitas, dan berkelanjutan.
Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain :
1. Menghindari penggunaan benih /bibit hasil rekayasa genetika ( GMO = genetically modified organisms ).
2.Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis.
Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi
tanaman.
3. Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh ( growth regulator ) dan pupuk kimia sintetis
Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu
pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.
4. Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak



Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian

Friday, 22 October 2010

COMPOSTING......lanjut





KOTORAN SAPI





Ternak ruminansia memberikan peluang yang besar untuk menghasilkan kotoran yang dapat diproses menjadi pupuk organik. Pembuatan pupuk organik dengan bahan dasar kotoran sapi dilakukan dalam sebuah bangunan berukuran 4 x 10 m, beratap genting atau bahan lain yang tersedia. Dasar bangunan dibuat dari beton / semen bata, berdinding setinggi satu meter. Bahan bangunan dibuat dari kayu atau bambu . Kotoran sapi serta urin yang telah terkumpul di kandang, dipindahkan ke tempat pembuatan kompos. Sebaiknya lantai kandang di beri alas serbuk gergaji. Manure tersebut dicampur dengan bahan pengkaya ( enrichment ) yaitu probiotik ( PROBION ) dan pupuk UREA + TSP. Untuk setiap ton bahan pupuk diberi 2, 5 kg PROBION, 2,5 kg UREA, dan 2,5 kg TSP. Tinggi tumpukan sekitar satu meter, didiamkan sekitar 3 - 4 minggu, dengan pembalikkan dilakukan setiap minggu. Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan sinar matahari secukupnya, kemudian digiling dan diayak untuk mendapatkan partikel pupuk organik yang relatif sama. Pupuk organik yang sudah siap ini, disimpan dalam karung untuk selanjutnya didistribusikan.



Informasi lebih lanjut, hubungi :

Unit Komersialisasi Teknologi
Balai Penelitian Ternak, PO Box 16002
Telp. 0251 - 240752, Fax. 0251 - 240754
E -mail : balitnak@indo.net.id
Website : http://www.balitnak.com

Tuesday, 19 October 2010

COMPOSTING............lanjutan



Pengawasan Mutu Kompos

Bila kompos dihasilkan dan digunakan kembali di daerah pertanian tidak diperlukan suatu pengawasan atau pengaturan. Bila kompos diproduksi untuk dijual, maka diperlukan suatu peraturan agar kompos yang diperjual belikan memenuhi standar mutu yang dapat diterima. Negara- negara Asia memiliki bentuk pengawasan kompos yang berbeda-beda.Di Jepang, peraturan pemerintah, hanya membatasi pada batas maksimum yang diperbolehkan untuk logam- logam yang berbahaya seperti Cd, Hg, dan As sedangkan untuk kualitas lainnya, pemerintah Jepang mengadopsi dari negara lain. Peraturan di Taiwan mengklasifikasikan pupuk organik ke dalam 25 katagori, tergantung pada tipe dari bahan dasar yang digunakan. Sebagai contoh, kompos dari kotoran ayam yang diproduksi dan telah dipasarkan mempunyai sifat sbb:

Kandungan bahan organik 60 %
Kandungan air 35 %
Total N 1.2 %
Total P2O5 1.5 %
Total K2O 1.5% %
Zn 0.08 %
Cu 0.01 %
Total ( N+P2O5 + K2O ) < atau = 5 %