Pages

Showing posts with label bahan organik segar. Show all posts
Showing posts with label bahan organik segar. Show all posts

Saturday, 13 November 2010

AZOLLA SP


Azolla sp adalah sejenis paku air tawar yang biasa dijumpai di daerah tropis ataupun subtropis. Hidup mengapung bebas pada permukaan air. Nama Azolla berasal dari bahasa Yunani, Azo artinya kering dan ollya artinya membunuh, jadi tanaman ini akan mati ( terbunuh ) dalam keadaan kekeringan. Azolla sp hidup bersimbiosis dengan ganggang Anabaena azollae sehingga dapat memfiksasi nitrogen dari udara. Azolla yang tumbuh di Indonesia dapat memfiksasi nitrogen sebanyak 7.2 mg N/ gram berat kering / hari. Fiksasi nitrogen adalah suatu proses dimana N2 direduksi menjadi NH3.Proses ini terjadi pada mikroorganisme procaryotic, antar lain bakteri yang hidup bebas di dalam tanah, Blue Green Algae yang hidup bebas ataupun besimbiosis dengan fungi, lumut atau paku air dan juga bakteri yang hidup bersimbiosis dengan tanaman kacang2an ( legum ). Penelitian Azolla di Indonesia telah dirintis sejak 1949 oleh Lembaga Biologi Nasional antara lain tentang kemungkinan penggunaannya sebagai pupuk hijau. Dari pengamatan di lapang yang telah dilakukan di Jawa, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan ternyata tanaman Azolla memang sudah ada pada sawah2 petani. Adapun keuntungan yang diperoleh dari penggunaan tanaman Azolla ialah sebagai sumber nitrogen sehingga menghemat penggunaan pupuk N, meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, sebagai sumber pakan ternak dan dapat berperan sebagai indikator defisiensi hara.

Tuesday, 24 August 2010

PUPUK ORGANIK


PENGGUNAAN TANAMAN LEGUM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN
  • Usaha pertanian pada suatu lahan yang dilakukan secara terus menerus tanpa tindakan konservasi akan mengakibatkan kemunduran pada produktivitas lahan, selain itu penggunaan pupuk kimia yang berlebihan yang dilakukan dalam jangka panjang dihawatirkan selain akan mencemari lingkungan juga merupakan pemborosan serta menguras sumber daya alam. Untuk mengantisipasi masalah ini diupayakan dengan penggunaan pupuk organik. Pemberian bahan organik akan memperbaiki sifat fisik , kimia dan biologi tanah, dengan demikian akan menambah kemampuan tanah untuk menyimpan air dan meningkatkan ketersediaan hara tanah.
  • Pemberian pupuk organik dapat berupa bahan organik segar yang diberikan secara langsung ke dalam tanah atau melalui proses pengomposan terlebih dahulu.
  • Pemakaian pupuk organik segar memerlukan jumlah yang sangat besar, sulit dalam penempatannya, serta memerlukan waktu dekomposisi yang lama di dalam tanah.
  • Penggunaan pupuk organik yang telah dikomposkan memerlukan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan pemberian bahan organik segar, disamping itu melepaskan hara yang lebih cepat tersedia bagi tanaman.